Senin, 04 Mei 2015

Antara Cinta dan Keikhlasan

Hari ini adalah hari selasa tepatnya tanggal 5 mei 2015 hari dimana walimatul Ursy
Ulfa Nur Ghaistya
&
Moch Zacky Arivain
yang tak lain teh Ulfa adalah kakak ku dan A zacky adalah orang yang telah menjalin komunikasi dengan ku selama hampir 5tahun lamanya melalui dunia maya pesan singkat dan lain sebagainya,
Air mata tanda bahagia akan kelangsungan Pernikahan kakak dan orang yang aku puja itu pun menjadi membingungkan karena jujur kuakui ada rasa perih yang tidaklah berhak.
alhamdulillah ku salami dan kulalui hari ini dengan baik didepan singgasana pelaminan bersama keluargaku. malam harinya aku terbangun tepat di jam 2:00 WIB, mengambil air wudhu dan menangis dalam sujud kepada Maha Pengasih yang senantiasa memeberiku kesempatan untuk bersujud, ku adukan segala keluh kesahku dan rasa fitriah sakit dihatiku hingga akhirnya terasa begitu ringan untuk kuterima dengan lapang dada pernikahan kakak dan laki-laki itu.
Pagi menjemput mengajakku kembali pada rutinitas harianku, sesaat dimeja makan kakak iparku itu melihatku dengan penuh iba namun aku tersenyum sembari berlalu dan pergi ke kampus, sesampainya dikampus aku duduk ditaman, aku melihat orang-orang yang ada disekitarku, ada yang sibuk dengan gadgetnya, pasangannya, ada pula yang mengumbar kemesraan tanpa ikatan didalamnya, aku tersenyum sembari menitikan air mata, melihat generasi kita yang sudah berubah pola fikir dan terseret deras arus teknologi masa kini yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh teman-teman.
Disela itu aku tak menyadari sedari tadi ada akhi yang tengah melihatku dengan pandangan yang aku sendiri tidak tau apa maknanya, aku melempar senyum sembari berlalu pergi namun ia mengejarku dengan alasan hanya ingin meminjam buku ushul fikih yang sedang aku pegang, kuberikan buku itu padanya dan pamit untuk menuju kelasku :)
Usai kuliah aku berjalan menyusuri lorong kampus dengan perlahan dan tak terasa ada yang memanggil2 namaku "Syifa"... "Syifa..." aku menoleh dan melihat akhi itu kembali dengan buku Ushul Fikih ku seraya berkata" Trimaksih syifa...lain kali bukan hanya buku yang saya pinjam tapi hati mu" sembari berlalu pergi meninggalkanku yang tengah mematung mendengar ucapannya yang tadi.
Setibanya dirumah aku mengerjakan tugas yang kebetulan ada surat bersampul kupu-kupu yang ada didalamnya, kucoba buka dengan perlahan dan kubaca :


Aku tahu engkau adalah perempuan yang cerdasyang bisa mengendalikan perasaan bukan dikendalikan perasaanyang bisa mengendalikan hati bukan dikendalikan hatihatimu itu suci bahkan terlalu bersih untuk kau kotori dengan hal yang tidak perluTersenyumlah Putria Syifa Nur Wafa Andai kau tahu senyummu itu indahSemoga Allah SWT selalu melindungi dimanapun kau beradaakan kujemput kau usai study Magisterku bersama kedua orangtuakuAku harap kau memberi kesempatan ku untuk mengkhitbahmu :)


Hingga pada akhirnya ada buah manis yang kupetik atas kesabaranku ini, terimakasih ya Rabb akan kujaga dengan baik hati, mata, dan lisanku :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar